Tersandar pada rayu paksa darah sekebat
Kau menggila koyak birahi pada sabitah
tanah
Tanpa terjamah belas kasih nestapaku pun
menyimpul tambatan bulir-bulir desah
Geloramu tak berkesudah mengupak
sekuntum sutra dalam darah
Sudah susah
Kau
taburi lagi racun bernyawa
Sudah
bernanah
Kau
gelugut lagi putih di mata
Hingga
kuterlena dalam akal yang telah tiada
Hingga
peranakanku berbelusuk
Hingga
rahimku terlepas dari pertubuhan
Kuat
bertopang pada gamitan isak perempuan sorgaku
Dalam
kelu kekalnya aku bergelebah
Dalam
pagutnya aku amuk meracau
Gilamu
gila neraka
Tak
cukupkah saf balur hingga tiammu mengelus nyawa membulanku
Kadang
igauku menggelegak
Tanpa
rengkuhan berbisik sendiri
Hingga
paru berhenti tinggalkan puri
Tidak ada komentar:
Posting Komentar