Senin, 28 November 2016

Satu Darah

Karya Fatmawati

Tersandar pada rayu paksa darah sekebat
Kau menggila koyak birahi pada sabitah tanah
Tanpa terjamah belas kasih nestapaku pun menyimpul tambatan bulir-bulir desah
Geloramu tak berkesudah mengupak sekuntum sutra dalam darah

Sudah susah
Kau taburi lagi racun bernyawa
Sudah bernanah
Kau gelugut lagi putih di mata
Hingga kuterlena dalam akal yang telah tiada
Hingga peranakanku berbelusuk
Hingga rahimku terlepas dari pertubuhan

Kuat bertopang pada gamitan isak perempuan sorgaku
Dalam kelu kekalnya aku bergelebah
Dalam pagutnya aku amuk meracau

Gilamu gila neraka
Tak cukupkah saf balur hingga tiammu mengelus nyawa membulanku

Kadang igauku menggelegak
Tanpa rengkuhan berbisik sendiri
Hingga paru berhenti tinggalkan puri

Tidak ada komentar:

Posting Komentar